Menggapai Langit

Nulis lagih! wiiiih.. setelah sekian lama.. ^^

Ada banyak cara untuk menggapai langit, sebut saja, naik pohon, bikin gedung tinggi, naik gunung, sampai (cara yang paling ekstrim) bikin pesawat ulang-alik (nulisnya gmana sih? Ulang alik, atau ulang-alik?)

Sebut saja langit itu adalah cita2, harapan, keinginan kita. Banyak orang di sekitar kita sudah memberikan contoh dan cara untuk menggapai langit. Ada yang menjadi “pohon”, ada yang membuat “gedung”, ada yang menjadi “gunung”, sampai terakhir yaitu “pesawat ulang-alik”. Tidak ada salahnya bagi kita untuk “memanjat pohon”, “memasuki gedung”, “mendaki gunung”, atau “naik pesawat ulang-alik”. Tapi nasib kita hanya sampai “dahan pohon tertinggi”, “lantai teratas gedung”, “puncak gunung”, atau duduk manis di “kokpit pesawat”. Apakah tidak terpikirkan kalau kita bisa menjadi “pohon” yang kemudian melebihi pohon2 lainnya? Apakah tidak terpikirkan kalau kita bisa membuat “gedung” yang lebih tinggi? Menjadi “gunung” yang menjulang? Atau membuat “Pesawat antar galaksi”?

Pertanyaannya sekarang adalah: kenapa kita membuat batasan diri kita pada diri orang lain?

~ by Anto'Nio' on February 9, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: