Bukan Sekedar Microphone

mendengarkan. prosesnya sederhana, sumber suara menekan udara sekitar, lalu tekanan tersebut sampai di telinga dan menggetarkan membran timpanik. lalu, kalau hanya itu proses mendengarkan, maka kuping kita tak ubahnya sebuah microphone. microphone yang mengkonversi getaran di udara menjadi sinyal-sinyal listrik, kemudian disalurkan ke alat perekam atau disalurkan ke megaphone lalu gaungnya menghilang begitu saja.

bukan. kita adalah manusia. ada baiknya bila getaran di membran timpanik juga ikut menggetarkan hati, dicerna otak, pikir-pikir terlebih dahulu, ambil pelajaran dari hal tersebut. apa salahnya sih menggunakan karunia-Nya ini sebaik-baiknya untuk menjadi pribadi yang lebih baik? ^^

kita manusia, bukan sekedar microphone…

oh iya, itu juga berarti peringatan untuk sumber suara (yang berbicara), jangan sampai menggetarkan (menyakiti) hati. hmm..

kenapa diciptakan dua (sepasang) telinga dan hanya satu mulut? mungkin itu tandanya kita harus lebih banyak mendengarkan dibanding bersuara..

~ by Anto'Nio' on November 26, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: