Ironis

Kemarin dosen pembimbing saya titip bahwa besok (hari ini) ada Prof. Miyazaki dari Hiroshima Univ. mau datang ke Bandung dan akan memberikan sedikit kulpop (kuliah populer) di Fisika ITB. Beliau menitipkan hal tersebut karena tidak bisa hadir di kuliah populer oleh Prof. Miyazaki. Sebenernya saya ga janji untuk datang karena waktunya bentrok sama jadwal kuliah Gelombang.

Tadi pagi, saya berangkat ke kampus membawa si D70 untuk berjaga-jaga siapa tau setelah kuliah Gelombang nanti saya masih bisa sebentar saja menghadiri kuliah oleh Prof. Miyazaki. Eh, tak diduga-duga kuliah Gelombang ditiadakan! Langsung saja saya berangkat ke 1201.

Prof. Miyazaki memberi kuliah (tapi menurut saya lebih seperti laporan riset di kelompok beliau) tentang Quantum Dot dan High-k material. Di kuliah tersebut dijelaskan tentang pembuatan-pembuatan QD dan high-k material, lengkap dengan pengukuran-pengukuran besaran fisis yang diperlukan. Grafik-grafik pun bermunculan. Hampir setiap slide presentasi beliau berisi grafik-grafik.

Kuliahnya berlangsung sekitar 1 jam 15 menit. Sesi tanya jawab pun digelar. Diskusi mulai alot, ada yang bertanya cara pembuatannya, ada yang bertanya tentang kemungkinan sifat-sifat metal yang berubah saat ukurannya berorde nano, tentang materialnya, de el el yang tidak sepenuhnya saya pahami.

kulpop Miyazaki

kulpop Miyazaki

Di saat-saat terakhir, ada seorang teman saya yang bertanya

Apakah ada pendekatan teori (pemodelan) dari struktur yang anda buat? –yah, kira-kira itu yang ditanyakan :d

“Tidak ada”, jawab beliau, “semuanya dilakukan secara eksperimen”.

WAW!!! Menumbuhkan quantumdot, pakai plasma, suhu 1000oC, tekanan 0,01-0,6torr, material yang ditumbuhkan diantaranya ada Pt (platina) dan Au (emas). WAW!!! Dan saya yakin pekerjaan yang dibawa beliau adalah hasil dari beribu-ribu kali eksperimen! Padahal saya yakin dengan SDM orang-orang jepang tersebut mereka masih bisa melakukan perhitungan atau pemodelan terlebih dahulu. Benar-benar kelebihan biaya ya.. Membayangkan biayanya saja sudah bikin saya pusing.. @_@

Sebaliknya, di ITB, studi tentang QD masih berupa pendekatan teori (pemodelan). Dengan teori yang baru seadanya, karena memang belum ada teori yang bisa benar-benar menjelaskan fenomena QD, kami-kami di Fisika ITB berusaha memodelkan hal tersebut. Betul, karena keterbatasan dana, periset QD di sini harus berusaha mengimajinasikan hasil karya nya. Duitnya bener-bener ga ada to. Lha wong, pemodelannya aja masih pake software bajakan.😀

Ironis memang…

~ by Anto'Nio' on November 21, 2008.

One Response to “Ironis”

  1. Ngobrol nggak sama Sensei-nya? Siapa tau dapet link ke Jepang. Hehehe …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: