Ini Baru Namanya RAMADAN (1)

Ramadan tahun ini banyak sekali pengalaman baru bagi saya. Semuanya bermula ketika pada tanggal 19 Juli 2008 saya ditelpon oleh seseorang dan ditanya “To, jadi ketua P3R RW08 ya?”. Eh, salah, bukan pake tanda Tanya (?) tapi tanda seru (!), “To, jadi ketua P3R RW08 ya!”. (eh, btw, P3R itu kependekan dari Panitia Pelaksana Program Ramadan)

Awalnya saya agak takut juga untuk menerima tanggung jawab itu, secara saya udah memasuki tingkat akhir dan ingin fokus ke kuliah dan kerja sampingan saya selain itu. Apalagi setelah diiming-imingi oleh senior-senior bahwa jadi ketua P3R itu sibuk banget! Tapi Alhamdulillah tidak sesibuk yang saya kira, karena ternyata LEBIH SIBUK DARI YANG SAYA KIRA!! Argghhhh!! Tapi setelah dijalani, tetep banyakan asiknya kok..🙂

Di tulisan ini saya mau cerita tentang salah satu keasikannya deh. Pertama nih, yang menurut saya paling berkesan sih pas rekaman untuk kabaret.

Ceritanya, dedengkot alias mbah2 alias senior2 yang udah biasa ngisi suara untuk kabaret pada udah gawe menyebar di seantero Indonesia, ada yang di Jakarta, terus, di Jakarta, yang lainnya lagi kerja di Jakarta (kok Jakarta semua ya?). Jadilah para junior2 dan 1 senior harus turun tangan mengisi kekosongan yang ada.

Plot cerita udah disiapkan, kami sih optimis ceritanya bakalan seru karena ngambil plot cerita dari si Ipin & Upin (ngebajak cerita negeri tetangga nih.. hehehe..). Para pengisi suara pun udah mempersiapkan mental untuk mengeluarkan suara2 aneh sebagai karakter dari masing2 peran. Peralatan sound, mulai dari 2 buah mic wireless hingga laptop lengkap dengan OS Windows XP dan software Adobe Audition dalam keadaan yang prima.

Kejadian serunya tentu saja pada saat pengambilan suara. Sebut saja ada salah satu OP (objek penderita), namanya Ridian (nama sengaja dipalsukan,, iya gituh???), yang ikut mengisi suara. Jadi si Ridian ini baru bergabung dengan P3R di hari ke-3 ramadan. Nah, karena anaknya polos baik dan gampang disuruh2 supel, hingga ia mudah menjadi objek penderita teman yang baik bagi teman2 lainnya.

Awalnya kami kekurangan orang untuk mengisi suara lawan mainnya Bonte (peran utama dalam kabaret ini), jadi kami memaksa meminta Ridian untuk mengisi suara 1 orang lagi, yaitu teman_jahat1 alias lawan mainnya si Bonte.

Ceritanya si Bonte akan dihina oleh teman_jahat1 ini dengan hinaan halus. Hinaannya seperti ini:

Peran 1:“eh, kamu abis kecelakaan ya?”

Peran 2:“ah, engga kok. emangnya kenapa?”

Peran 1:“itu, abis muka kamu pabalatak (berantakan) pisan (banget)!”

Sfx: teman2 lainnya tertawa.. hahahahaha..

Nah, itu yang seharusnya dilontarkan oleh ridian nantinya. Cukup sederhana. Tapi apa daya, mungkin memang kami yang kurang persiapan sehingga tidak ada script untuk dibaca, berkali-kali Ridian berimprovisasi, yang menimbulkan gelak tawa dan kehangatan di sekre Karimah..🙂

kabaret malem2

kabaret malem2

Satu adegan lagi yaitu saat Bonte akan membalas hinaan dari teman_jahat1, yang kali ini sudah diambil alih peran oleh Jajay. Karena sudah hafal bahwa nantinya Ridian akan berimprovisasi jadi terpaksa beberapa personil duduk dekat2 dengan ridian untuk meneriaki apa yang harus diucapkan selanjutnya. Tapi…

Jajay:“eh, kamu abis kecelakaan ya?”

Ridian:“ah, engga kok. emangnya kenapa?”

Jajay:“itu, abis muka kamu pabalatak pisan (berantakan banget)!”

Ridian:“ah, biarin… daripada maneh (kamu)…” -mikir-

Nah di sini temen2 yang lain mulai berteriakan “Putih tua!! Putih tua!!”. Tapi dengan santainya Ridian melanjutkan,

“Goreng (jelek)!”

Gedubrag!! Yang lain mulai tertawa lagi!! Hahaha..

Karena terlampau lucu, akhirnya rekaman adegan di atas langsung masuk bagian dari kabaret, tanpa proses editing! Termasuk jeda antara kata “maneh (kamu)” dengan “gorang (jelek)”. Hihihi.. mau ngehina aja pake mikir…😀

Karena proses pengambilan suara dimulai pukul setengah 10, akhirnya sekitar pukul setengah 2 subuh kami menyerah, kabaret ditutup dengan sangat tidak seru dengan kalimat

“Akhirnya, bonte pun sadar. Sekian. Terima Kasih. Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh”

Kami2 pun pulang sambil ketawa-ketawa “Teu rame (ngga rame) euy!! Hahahaha..!!”

Sekian, terima kasih.. Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh…

NB: kalo dikasih ijin sama dedengkot karimah, pengen unggah rekaman2 kabaret dari tahun ke tahun nih.. hehe..😀

~ by Anto'Nio' on October 2, 2008.

2 Responses to “Ini Baru Namanya RAMADAN (1)”

  1. good job nto, well done..P3Rnya sukses, walopun kabaretnya gaban (garing banget)
    tong kapok2 bantuan temen2 karimah nya😀

  2. to…mana poto2 na atuh

    upload di multiply nyak…ok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: