Me In The Middle of: Sedikit Tambahan Semangat Di Hari Senin
Sabtu dan Ahad sudah lewat. Semalam merenungi, ada yang hilang dari diri ini beberapa bulan terakhir. Hari ini coba membangun kembali sesuatu yang hilang tersebut.
Semangat. Sekarang hari Senin. Hari introspeksi pekan kemarin. Hari untuk memulai amalan-amalan baru. Saatnya untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan di pekan kemarin. Semangat.
Semangat. Apa salahnya dengan hujan? Biarkan ia menemani hari-hari kita. Biarkan nada-nada air yang menitik menjadi lagu semangat untuk kita. Biarkan tetesan air hujan melicinkan jalanan, hingga kita dapat berhati-hati dalam melangkah.
Semangat. Apa salahnya dengan Matahari yang menyengat? Biarkan cahayanya menjadi penanda bahwa hari sudah dimulai. Biarkan panasnya membakar api semangat di diri. Panas? Istirahat. Sejenak melihat kehidupan. Sejenak menikmati hembusan angin. Sejenak mendengarkan alam. Lalu, mulai lagi dengan Semangat
ah.. Alangkah indahnya jika setiap hari memulai dengan perasaan semangat seperti ini.
It’s a Monday. And I don’t like Monday
Bismillah..
DIarsipkan di bawah: diary, me | yang berkaitan: hujan, matahari, semangat, senin





Hehehe… mau berbagi saja… mungkin Anto udah pernah tau tentang hal ini, tapi tampaknya nggak salah kalau aku coba tulis lagi di sini
.
Menurutku, semangat akan muncul bila kita punya suatu tujuan dalam hidup ini. Tujuan akan muncul bila kita tahu misi kita dalam hidup ini. Misi akan muncul bila kita punya visi hidup. Visi hidup akan muncul bila kita mengenal siapa diri kita.
Hehehe, sori kalo bahasanya susah dipahami, aku juga bingung mau nulis dengan bahasa seperti apa… tapi kira-kira itu yang mendekati apa yang aku pahami selama ini
.