Twenty Two
Menanti datangnya jam 12 malam ditemani lantunan lagu Sore, “Senyum Dari Selatan”
Kaulah pelita bulan, di atas sana
Yang tak mungkin pernah menurun
Kisah, ku melantunkan dan menghamburkan harapan yang tak ada
dan akan terus meluas, mengupas hidupku
Jika kau mengizinkan, ku akan terus menaklukkan
Ku ragu dan akan terus mengupas, menguras hidupku
yah.. beberapa menit lagi umur saya bertambah.. maaf, bukan berarti kemarin-kemarin (di hari biasa) umur saya tidak bertambah, tapi setidaknya di hari ini (minimal setahun sekali) saya jadi ingat untuk introspeksi diri dan mengingat bahwa jatah hidup saya di dunia sudah mulai berkurang..
mengingat-ingat apa yang sudah saya capai.. impian-impian apa yang belum tercapai.. bekal apa yang sudah saya siapkan untuk Hari Pembalasan nanti..
hahaha.. agak miris juga bila mengingat besok (beberapa jam lagi) akan digelar wisuda ITB.. klo saja saya kuliah dengan benar selama 4 tahun kemaren, kemungkinan besok saya ulang tahun dirayakan dengan wisudaan.. hehehe.. hanya berandai-andai.. toh penyesalan selalu datang belakangan.. nasi sudah menjadi bubur, mau dikata apa lagi.. toh bubur dipakein kecap, cakue, bumbu rahasia, merica, daging ayam yang disuir2, plus kerupuk kan jadi enak juga..
tinggal bagaimana saya menyikapi kehidupan saya kedepannya..
masih berusaha menyingkirkan sifat pamrih.. masih berusaha menyingkirkan sifat pemalas.. masih belajar bersabar.. masih belajar ilmu ikhlas..
sambil menanti pukul 00.00, saya berdoa:
ya Allah.. jika dia adalah jodohku, dekatkanlah.. jika dia bukan jodohku, mohon pertimbangkan lagi..
ampuuuun… bener2 postingan ga jelas… hahahaha…
dan hape berdering… ada sms masuk…
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Tidak ada komentar »







